Rabu, 16 September 2009

JANGAN BIARKAN HAMA PENYAKIT SINGGAH DI HATIMU
Sebuah renungan di Bulan yang penuh BarokahYaa Ramadhan
NASIHAT HASSAN BASRI
Kita bisa mendeteksi sendiri, apakah hama penyakit ini ada di hati kita apa tidak. Karena menurut beliau ada 6 hal yang bisa kita tandai dari adanya hama penyakit ini.:

1..Kita dengan sengaja menjalankan dosa besar maupun kecil, dengan alasan besok kita berobat dan mendapat ampunanNya. Koq enak….! Siapa yang menjamin umur kita kalau diberi kesempatan bertobat sebelum ajal datang bisa kita renungkan QS.Ibrahim.14:44


Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul." (Kepada mereka dikatakan): "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?

Agar hama tak singgah di hati kita, segeralah bertobat dan janji tidak akan mengulangi. Perbanyak istigfar. Pasha Ungu mendendangkan lirik….Andai ku tahu kapan tiba umurku….(lanjutkan sendiri ya aku nggak hafal )

2. Mengakui bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk hidup kita, tapi kita tidak mengamalkan. Memahaminya setengah-setengah kalau yang menguntungkan kita pakai kalau yang merugikan tidak kita amalkan. Yang parah lagi kita memakainya tidak sesuai aturan. Ibaratnya memberi terapi tanpa petunjuk yang benar. Wah repot bisa keracunan bukannya sembuh malah sekarat.

Maka kita harus berjuang sampai akhir hayat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya menuju jalan yang terang dengan mengamalkannya dengan benar.

3. Beramal dengan niat yang salah juga merupakan hama yang tidak boleh singgah di hati kita. Karena ini bisa mengarah ke syirik dan tidak mendapat ridha Allah. Percuma dong nggak dapt apa-apa nantinya.

Luruskan niat semata-mata mencari ridha Allah bukan untuk mendapatkan pujian dari selain Allah . Apalagi dengan maksud- maksud tertentu. Hayo….parcel itu untuk siapa ? Niatnya apa ya…..? Niatkan saja sebagai sodakoh dan berbagi tanpa mengharap balasan. Karena Allah Maha mengetahui baik yang nyata maupun sembunyi.

4.Mendapat rezki dari Allah tapi tidak bersyukur. Memang ada manusia yang seperti itu ? Wah banyak ( heh heh dijawab sendiri ). Seringkan kita berandai-andai. Syukurilah apa yang ada di hadapan kita dengan mengucap Alhamdulillah. Semua sudah diberikan Allah kepada kita dan nikmat manakah yang akan didustakan. Semua tidak bisa dihitung.

Jadi, gunakanlah apa yang sudah diberi Allah dengan sebaik-baiknya. Tanamkan di hati bahwa semua yang kita dapat datangnya dari Allah. Secara lisan ucapkan Alhamdulillah yang keluar dari hati yang dalam. Tidak dengan mengumpat atau ngedumel Sedang amal perbuatan yang harus kita terapkan sesuai dengan yang diperintahkan Allah.

5.Orang tidak menerima apa yang sudah diberikan Allah kepadanya. Diberi banyak tidak bersyukur apalagi diberi banyak. Dikiranya semua datang begitu saja tanpa pertolongan atau campur tangan Allah. Mana bisa.. . Yang mengecat langit jadi biru dan begitu indah siapa…? Yang mewarnai cabe dengan warna merah siapa…? Diberi sedikit atau banyak kita harus bersyukur dan diiringi sifat qona’ah. Kita juga harus ikhlas dengan apa yang diberikan Allah pada kita karena baik buat kita belum tentu bauk buat Allah dan sebaliknya.

Ingat kisah Salaban yang tadinya miskin-kin, lalu memohon pada Nabi agar didoakan jadi orang kaya. Dan akhirnya doanya dikabulkan, tetapi setelah kaya dia lupa asalnya, sibuk dengan hartanya yang lebih parah dia lupa beribadah.

6. Pergi ta’ziah dan menengok orang sakit. Tetapi tidak bisa mengambil pelajaran dari kejadian itu. Padahal banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari kejadiaan itu.

Semua orang akan kembali dan punya kehidupan di akherat. Bekalnya untuk hidup yang lebih baik sudah cukup belum ? Menengok orang sakit akan mengingatkan kita bahwa sehat itu mahal. Perbanyaklah bersyukur karena kita diberi nikmat sehat dan nikmat-nikmat yang lain.

Hanya 6 hal tapi kalau kita bisa memaknai semua renungan itu. InsyaAllah si hama penyakit hati tak akan singgah. Karena penyakit ini cukup berbahaya. Koq bisa ? Yak arena kadang orang hatinya sakit dia tidak sadar. Adanya selalu menyalahkan orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar